Virus Penyebab COVID-19 Murni Evolusi Alam

Tidak benar virus penyebab COVID-19 adalah senjata biologis, murni evolusi alam.

Virus Penyebab COVID-19 Murni Evolusi Alam
Ini adalah peta skala atom 3D Spike Protein dari COVID-19 / Jason Mclellan

Spekulasi bermunculan virus SARS-CoV-2 hasil rekayasa laboratorium di Wuhan, China. Itu wajar karena disana memang ada pusat penelitian virus. Namun hasil penelitian dalam jurnal Nature Medicne membuktikan virus tersebut murni dari alam.

“Dengan membandingkan urutan genom varian Coronavirus (SARS dan MERS), dengna tegas kami menentukan bahwa SARS-CoV-2 berasal dari proses alami,” ujar Kristian Andersen, PhD, profesor Imunologi dan Mikrobiologi yang terlibat dalam penelitan ini.

Bukti evolusi alami

Ilmuwan menemukan bagian Receptor-Binding Domain (RBD) dari spike protein atau protein lonjakan SARS-CoV-2 berevolusi secara efektif menargetkan bagian molekuler terluar dari sel manusia yang disebut ACE2. Itu adalah reseptor yang berperan aktif mengatur tekanan darah. Protein lonjakan SARS-CoV-2 sangat efektif mengikat sel-sel manusia. Berdasarkan temuan tersebut ilmuwan menyimpulkan bahwa virus SARS-CoV-2 bukan rekayasa genetika.

Bukti diperkuat dengan temuan struktur molekul SARS-CoV-2 keseluruhan. Jika virus tersebut direkayasa dari virus Corona lain sebagai patogen maka harusnya struktur melekulnya sama dengan virus patogen yang sudah dikenal. Namun secara substansial struktur molekul SARS-CoV-2 berbeda.

Dalam satu skenario, virus berevolusi ke keadaan patogen saat ini melalui seleksi alam di inang non-manusia dan kemudian melompat ke manusia. Ini adalah bagaimana wabah koronavirus sebelumnya telah muncul, dengan manusia tertular virus setelah terpapar langsung ke musang (SARS) dan unta (MERS). Para peneliti mengusulkan kelelawar sebagai reservoir yang paling mungkin untuk SARS-CoV-2 karena sangat mirip dengan kelelawar coronavirus. Namun, tidak ada kasus penularan langsung kelelawar-manusia yang terdokumentasi, menunjukkan bahwa inang perantara kemungkinan terlibat antara kelelawar dan manusia.

Kemungkinan asal virus

Berdasarkan analisis yang ada ilmuwan menyimpulkan ada dua kemungkinan asal virus SARS-CoV-2.

  1. Pertama versi patogen virus berevolusi di inang non-manusia kemudian melompat ke manusia. Hal ini serupa dengan penyebaran virus Corona sebelumnya yakni SARS (inang musang) dan MERS (inang unta). Ilmuwan mengusulkan kelelawar sebagai kandidat terkuat asal SARS-CoV-2 karena virus ini mirip dengan virus Corona pada kelelawar.
  2. Kedua versi non-patogen virus melompat dari inang hewan ke manusia dan kemudian dalam tubuh manusia berevolusi menjadi patogen. Sebagai contoh, virus Corona dari Pangolin (mamalia mirip Armadillo) yang ditemukan di Asia dan Afrika memiliki struktur RBD yang sangat mirip dengan SARS-CoV-2. Bisa saja virus tersebut melompat secara langsung dan tidak langsung (melalui inang perantara seperti musang) ke manusia.

Kengerian virus SARS-CoV-2 adalah proses replikasi dalam inangnya sangat cepat. Itu sebabnya dalam hitungan bulan SARS-CoV-2 menjadi pandemi diseluruh dunia. Artinya virus ini hidup dan berkembang dengan sendirinya.

Ilmuwan mengingatkan jika virus ini menyebar secara patogenik maka dimasa depan pandemi seperti ini bisa saja terulang kembali. Mengapa? Karena hewan pembawa virus masih berkeliaran.

Patogen = mikroorganisme berbahaya.
Non-patogen = mikroorgamisme tidak berbahaya, tetapi bisa berubah menjadi patogen.

Jurnal Referensi:
  1. Kristian G. Andersen, Andrew Rambaut, W. Ian Lipkin, Edward C. Holmes, Robert F. Garry. The proximal origin of SARS-CoV-2Nature Medicine, 2020; DOI: 10.1038/s41591-020-0820-9

Indeks Pos