Supernova Terbesar Ditemukan! Bernama SN2016aps

Supernova sebelumnya tidak ada apa-apanya. Kali ini lebih besar, apakah ada hubungannya dengan suara dentuman beberapa hari lalu?

Ilustrasi Supernova SN2016aps
Ilustrasi Supernova SN2016aps. Credit: © magann / Adobe Stock

Tim peneliti dari Harvard, Northwestern University dan Ohio University mengidentifikasi supernova baru berkode SN2016aps (SN=Supernova) adalah contoh supernova ‘pulsational pair-instability’ yang langka. Kenapa langka? Karena terbentuknya dari dua bintang masif yang bergabung kemudian meledak! Temuan mereka dipublikasikan lewat Nature Astronomy.

Sejauh ini bisa dikatakan temuan ini adalah yang pertama sebab selama ini hanya ada dalam teori dan tidak pernah dikonfirmasi melalui pengamatan astronomi. Ilmuwan menggunakan dua skala mengukur supernova yakni:

  1. Energi total ledakan.
  2. Jumlah materi yang dipancarkan dalam bentuk pancaran cahaya atau radiasi.

Bayangkan dua matahari, bergabung, dan boom. Bumi? Jadi debu kosmik. Manusia ? Jadi atom.

Supernova umumnya memiliki radiasi kurang dari 1 persen dari total energi. Tetapi SN2016aps radiasinya lima kali energi ledakan supernova berukuran normal. Pembuktian juga diamati melalui spektrum cahayanya. Ada alat khusus bukan teropong biasa.

Sayangnya ilmuwan belum menemukan galaksi asal supernova tersebut. Tempatnya sangat-sangat jauh di negeri antah-barantah diluar galaksi Bimasakti. Dalam ilmu astronomi mengukur jarak antar-bintang bukan satuan kilometer, tapi ‘tahun cahaya’. Jarak Bumi-ke-Matahari sekitar 0,00001581 tahun cahaya. Jarak kamu kerumah calon? Hemm…

Tim peneliti mengamati ledakan SN2016aps selama dua tahun hingga cahayanya memudar menjadi 1 persen dari cahaya puncaknya (saat paling terang). Menggunakan teknik pengukuran ini mereka menemukan bahwa massa supernova ini antara 50 sampai 100 kali lebih besar dari massa matahari. Sedangkan supernova umumnya bermassa antara 8 sampai 15 kali massa matahari.

Bintang-bintang dengan massa super-besar mengalami “pembengkakan” ukuran gas sebelum mereka mati, ini menjadi spekulasi fisikawan selama 50 tahun terakhir. Ilmuwan memperhitungkan sebelum meledak dua bintang bergabung dalam kondisi “membengkak” jadi ledakannya bertambah dahsyat. Analoginya dua orang marah bertemu, tebak sendiri apa yang terjadi.

SN2016aps pertama kali terdeteksi oleh Panoramic Survey Telescope dan Rapid Response System (Pan-STARRS), sebuah program survei astronomi berskala besar. Mereka juga menggunakan data temuan dari Hubble Space Telescope, Keck and Gemini Observatories di Hawaii dan Observatorium MDM and MMT di Arizona. Organisasi lain yang ikut terlibat adalah Stockholm University, Copenhagen University, California Institute of Technology, dan Space Telescope Science Institute.

Universitas dari Indonesia semoga segera menyusul ditemuan-temuan astronomi berikutnya.

Jurnal Referensi:
  1. Matt Nicholl, Peter K. Blanchard, Edo Berger, Ryan Chornock, Raffaella Margutti, Sebastian Gomez, Ragnhild Lunnan, Adam A. Miller, Wen-fai Fong, Giacomo Terreran, Alejandro Vigna-Gómez, Kornpob Bhirombhakdi, Allyson Bieryla, Pete Challis, Russ R. Laher, Frank J. Masci, Kerry Paterson. An extremely energetic supernova from a very massive star in a dense mediumNature Astronomy, 2020; DOI: 10.1038/s41550-020-1066-7

Pos Terkait


Indeks Pos