Kadar Vitamin D Mempengaruhi Tingkat Kematian Pasien COVID-19

Kadar Vitamin D Mempengaruhi Tingkat Kematian Pasien COVID-19
Kadar Vitamin D. Credit: © Michail Petrov / stock.adobe.com

Dipimpin oleh Northwestern University, tim peneliti melakukan analisis data publik  pasien dari rumah sakit dan klinik di 10 negara yakni:

  1. China
  2. Prancis
  3. Jerman
  4. Italia
  5. Iran
  6. Korea Selatan
  7. Spanyol
  8. Swiss
  9. Inggris
  10. dan Amerika Serikat

Peneliti menyimpulkan tingkat kematian di Italia, Spanyol dan Inggris akibat pasien memiliki kadar Vitamin D lebih rendah atau lebih tinggi dari negera lain. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa kualitas sistem kesehatan sebuah negara tidak serta merta mempengaruhi tingkat kematian. Sebagai contoh, Italia salah satu negera dengan sistem kesehatan terbaik didunia tetap memiliki tingkat kematian tertinggi.

Akhirnya, tim peneliti menemukan hubungan kuat antara kadar Vitamin D dan Cytokine Strom (kondisi hiperinflamasi akibat sistem kekebalan tubuh terlalu aktif). Cytokine Strom sangat merusak paru-paru dan menyebabkan kematian. Artinya, kerusakan paru-paru tidak hanya disebabkan oleh virus melainkan oleh sistem kekebalan tubuh pasien sendiri!

Tim peneliti mengingatkan kita harus mengkonsumsi Vitamin D sesuai dosis yang tepat. Jika terlalu banyak atau kekurangan sama-sama berbahaya. Setiap orang membutuhkan dosis yang berbeda-beda.

Jurnal Referensi:
  1. Ali Daneshkhah, Vasundhara Agrawal, Adam Eshein, Hariharan Subramanian, Hemant Kumar Roy, Vadim Backman. The Possible Role of Vitamin D in Suppressing Cytokine Storm and Associated Mortality in COVID-19 PatientsmedRxiv, Posted April 30, 2020; [link]

Indeks Pos